Dari Budak Menjadi Bencana
Dia ganas, takut, dan sangat, sangat lapar.
'Seperti Yang Terkubur dulu', bisik Kelam dalam kesadaran kami. 'Biarkan aku berbicara dengannya. Dalam bahasa yang dia mengerti.'
Kelam melangkah keluar—tidak dalam bentuk fisik penuh, tapi sebagai proyeksi spiritual yang terlihat oleh Lu Ming dan parasitnya. Dialog terjadi di tingkat yang lebih primitif daripada kata-kata—konsep, emosi, kenangan.