Pelajaran Panas Dengan Ayah Muridku
“Menurutku malah nggak masalah. Past is in the past. Kalau dia berani mulai lagi, artinya dia udah niat buat move on dong!”
Laura menyipitkan mata, lalu berkata pelan, “Tapi kalian pernah dengar, ‘kan? Masa lalu itu sering banget jadi pemenang karena dia datang duluan. Masa depan cuma nerusin apa yang ditinggalkan.”
Hening mendadak jatuh. Uap dari seblak di meja masih naik pelan, tapi tak ada yang bergerak.
Kalimat Laura barusan terasa seperti tamparan lembut di telinga Anindya, terlalu pas, terlalu menyentuh titik yang sama dengan hatinya.