Yang Mandul Itu Kamu, Mas!
Beberapa detik memegang pipi bekas tamparan Mas Amar, aku pun tersenyum rapuh sambil menatap mata lelaki yang masih berstatus sebagai suamiku.
"Ya sudah, ceraikan aku, Mas! Yang harus kamu tahu, selama ini ibumu selalu mendzolimiku. Ibumu selalu berkata kasar padaku saat di belakangmu. Tetapi demi kebahagian rumah tangga kita, aku tidak pernah cerita ke kamu. Karena aku tahu, kamu tidak akan percaya dengan semua ceritaku. Aku tahu, kamu pasti akan membela ibumu. Tidak mungkin memihak padaku … Ya sudah, lepaskan aku, Mas. Aku memang perempuan kasar. Kamu pantasnya menikah dengan pilihan ibumu. Harusnya pernikahan ini tidak pernah ada." Aku berkata lirih. Namun, Mas Amar pasti dapat mendengar.
Bab Populer