Silakan Menikah Lagi, Mas!
“Umi baru mendengar dari satu sisi, yaitu dari kamu. Menurut Umi, perceraianmu nanti bisa dihukumi sunah atau bahkan wajib. Tapi, Umi juga harus mendengar dari sisi lain, yaitu suamimu. Karena suatu hal apalagi perceraian, tidak bisa dilihat dan didengar hanya dari satu sisi saja. Neng Niha, pernahkah Neng mencari tahu kenapa suamimu sampai sekejam itu selain karena kamu penyebab sakitnya mertuamu?”
Aku menggeleng. “Mungkin karena hasutan teman saya juga, ya, Mi? Saya juga kurang paham.”
“Umi tidak berani suuzan. Tapi coba bicara dari hati ke hati berdua, saling jujur. Cari akar permasalahannya, lalu putuskan solusinya berdua. Tanya ke suamimu maunya apa sebenarnya.”
Aku menunduk. “Sering sa
Bab Populer