Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kami Bisa Tanpamu Mas

Kami Bisa Tanpamu Mas

“Tidak dengan kekerasan, Mas. Kamu membuat citra buruk tentang dirimu sendiri,” “Aku tidak peduli,” “Kamu harus peduli, saya tidak ingin jika calon suami saya dinilai kasar dan temperamental oleh orang lain,” “Maksud kamu?” “Sudahlah, Mas! Saya capek, saya mau istirahat. Lebih baik mas pergi sekarang, tidak baik dilihat orang lain jika kita berdua – duaan, padahal kita belum sah sebagi suami istri,” usirnya, membuatku bertambah tersinggung.
1061.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.3K kali sebagai suami kasar apakah harus cerai
Baca
+Pustaka
Menghitung PELAKOR Di Hati Suamiku

Menghitung PELAKOR Di Hati Suamiku

Kali ini lebih keras lagi. “Aku capek jadi istrimu, Mas! Aku mau cerai aja!” bentakku keras. Tidak peduli mereka mendengar dan bersorak-sorai. Hatiku sudah terlalu hancur dengan semua polah Mas Ricky. “Cha! Jangan ngomong gitu!” bentak Mas Ricky menarik tanganku hingga aku tidak bisa melangkah lagi “Lepasin!” teriakku meronta. “Nggak akan!” seru suamiku kian mencengkeram.
1014.0K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 434 kali sebagai suami kasar apakah harus cerai
Baca
+Pustaka
Dipaksa Akrab dengan istrinya

Dipaksa Akrab dengan istrinya

"Tidak ada yang namanya bercerai baik-baik Bu. Pasangan yang bercerai pasti karena ada masalah yang sudah tidak bisa disatukan lagi, jadi, bisa ceritakan. Tolong berikan kami alasan logis agar nantinya pihak majelis hakim mau memenuhi gugatan Anda." Apa yang harus aku katakan sekarang? Haruskah aku jujur bahwa suamiku telah melakukan kekerasan dalam rumah tangga dengan mencekik diri ini. Secara keseluruhan tidak akan ada alasan yang masuk akal untuk menggugat cerai karena kami juga dipenuhi nafkah lahir dan batin. Aku harus cari alasan.
9.834.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai suami kasar apakah harus cerai
Baca
+Pustaka
Bangkitnya Istri yang Terbuang

Bangkitnya Istri yang Terbuang

"Oh ya Mas, ternyata suami dia itu punya anak dari wanita lain lo. Tapi dia gak mau minta cerai. Dia tuh bego sih menurutku, udah tahu suami kere dan banyak tingkah, masih aja dipertahankan. Kalau aku jadi dia, udah aku usir tuh lelaki begitu, biar jadi gelandangan sekalian." Wajah Mega penuh kekesalan saat menceritakan masalah temannya. Sementara mata Haris melebar mendengar perkataan istrinya. Seketika saja nyali yang sebelumnya besar kini menciut saat mendengar reaksi sang istri terhadap kelakuan suami temannya yang tak jauh berbeda dengan kelakuannya. "Oh ya, tadi katanya ada yang mau diomongin?" Mega kembali menanyakan apa yang ingin diungkapkan suaminya.
1053.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.0K kali sebagai suami kasar apakah harus cerai
Baca
+Pustaka
99 Kupon Maaf Putriku

99 Kupon Maaf Putriku

Melihat dirinya yang begitu menyedihkan, dalam hatiku merasa jijik, karena itu perkataanku semakin kasar. “Aku tidak akan pulang denganmu, bahkan tidak akan membiarkanmu tetap di sisiku. Kita sudah cerai, kamu jangan lagi bahas tentang tidak menandatangani surat perjanjian cerai, kamu tahu masalah di antara kita bukan tentang selembar surat perceraian.” “Sama seperti saat kita menerima akta nikah, kamu juga tidak mau akui di depan umum kalau kamu sudah nikah. Bahkan, kamu tidak izinkan Yuli memanggilmu ayah!”
10.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 365 kali sebagai suami kasar apakah harus cerai
Baca
+Pustaka
AKU INI BUKAN MENANTU SAMPAH

AKU INI BUKAN MENANTU SAMPAH

“Sayang, maafin Akang. Sebenernya bisa aja main kasar, tapi Akang enggak tega kalau mau ngasarin perempuan.” “Karena, dia perempuan atau karena istri kedua Akang?” “Sayang, bukan begitu.” “Akang aku capek, mau istirahat.” “Kamu marah?” “Aku kecewa aja, Aku udah belajar tegas Akangnya malah enggak tegaan.” “Cuma sampai lusa kok Sayang, setelah akta cerainya keluar. Kita juga enggak akan kembali ke sini.”
1049.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai suami kasar apakah harus cerai
Baca
+Pustaka
BENALU

BENALU

Kuusap wajahku kasar. “Selama ini aku mikirnya nggak akan cerai sama Dewi, Bu. Makanya aku juga nggak ingin tau tabungan dia,” seruku. Mulai geram juga. Memang aku tak mau tau masalah keuangan Dewi. Yang aku tau, semua kebutuhan terpenuhi, termasuk mengirim uang rutin ke ibu. Ah, bodohnya aku. “Tapi kenyataannya sekarang kamu akan di cerai! Kamu bisa apa? Kamu dapat apa? Dasar bodoh!” ucapan Ibu terdengar semakin kasar. Ku desahkan nafasku kasar. Arrgggh
9.949.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai suami kasar apakah harus cerai
Baca
+Pustaka
Cerai pura pura

Cerai pura pura

Karena marah. "Mbar," suara Angga pelan tapi berat. "Aku capek." "Capek? Kamu pikir aku nggak capek?! Anak sakit, perusahaan rugi, suami nggak guna!" "Aku mau cerai." Hening. Jam dinding berdetak.
1.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai suami kasar apakah harus cerai
Baca
+Pustaka
Istri Galaknya Om CEO

Istri Galaknya Om CEO

Syarat diperbolehkannya minta cerai dan menceraikan apa ya? Haidar: "Tidak di anjurkan cerai. Cerai hukumnya boleh tapi Allah tidak suka. Kok jadi bahas cerai?" Ciara: "Tenang, Isbay pengen tahu aja, karena lagi marak kasus tersebut. Separah apapun keadaan rumtang, gak ada ya yg melebih baik kan cerai?" Haidar: "Ooh, semua masalah itu bisa diselesaikan."
104.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 152 kali sebagai suami kasar apakah harus cerai
Tampilkan Ulasan (45)
Baca
+Pustaka
Laras_7779
Nurilhuda, Syamsiddhuha, Badridduja, kembar tiganya Abi Ibu yang pengen aku bawa pulang. Kakak Uda pinter bikin salting, Abang Uha vibesnya bawa ketenangan, Adik Uja si paling nggemesin sedunia. Lengkap deh kalian ini
Arsyi An
Cinta banget baca novelnya Kak Azizah. Dewasanya Haidar menggemaskan, ia menasihati, tapi juga intropeksi. Part favoritku: Wanita itu rumah untuk lelakinya. Rumah akan rapi jika yang punya peduli, rumah akan nyaman jika yang punya beriman, rumah akan terang jika yang punya tak lupa kasih sayang
Baca Semua Ulasan
Silakan Menikah Lagi, Mas!

Silakan Menikah Lagi, Mas!

“Umi baru mendengar dari satu sisi, yaitu dari kamu. Menurut Umi, perceraianmu nanti bisa dihukumi sunah atau bahkan wajib. Tapi, Umi juga harus mendengar dari sisi lain, yaitu suamimu. Karena suatu hal apalagi perceraian, tidak bisa dilihat dan didengar hanya dari satu sisi saja. Neng Niha, pernahkah Neng mencari tahu kenapa suamimu sampai sekejam itu selain karena kamu penyebab sakitnya mertuamu?” Aku menggeleng. “Mungkin karena hasutan teman saya juga, ya, Mi? Saya juga kurang paham.” “Umi tidak berani suuzan. Tapi coba bicara dari hati ke hati berdua, saling jujur. Cari akar permasalahannya, lalu putuskan solusinya berdua. Tanya ke suamimu maunya apa sebenarnya.” Aku menunduk. “Sering sa
1064.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai suami kasar apakah harus cerai
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status