Suami Labil
Jadi, mereka datang membujukku, "Yang namanya suami istri wajar kalau bertengkar. Saling mengalah dan lupakan masa lalu, tatap masa depan."
Aku berbalik, menarik Hamdi ke rumah tetangga, berkata dengan tatapan kosong, "Kalau begitu kamu saja yang mengalah. Ambil saja suami seperti ini. Kita sudah bercerai, jadi bukan pasangan suami istri."
Hamdi adalah seorang pria yang sangat memedulikan harga dirinya. Setelah dipermalukan olehku, dia menjadi marah dan mulai menggedor pintu rumahku tanpa henti.
Capítulos em Alta