SUAMI YANG SEMPURNA
Keduanya bercinta dalam diam, masing-masing berusaha membangkitkan gelora yang selalu padam oleh masalah.
"Ris ...." Suara Gilang terdengar berat, ia memeluk istrinya dari belakang. "Jika aku melakukan suatu kesalahan, apa kamu mau maafin aku?"
Tidak ada jawaban. Hanya dengkuran halus yang terdengar. Riska sudah tertidur pulas, begitu pikir Gilang sampai dia menarik selimut untuk menutupi tubuh polos istrinya itu, lalu mengucapkan sebuah kalimat singkat. "Maafin aku, Ris."