여기 suamiku bahasa korea와 관련된 100개의 소설이 있습니다. 일반적으로 suamiku bahasa korea와 같은 이야기는 Romansa, Realistis 및 Rumah Tangga 등의 다양한 종류에서 만나볼 수 있습니다. GoodNovel에서 Om, Nikah, Yuk!부터 시작해보세요!
Suaminya yang orang Sunda.
Zalman ; Emak OY masih bisa bahasa Melayu, nggak, ya?
Zulfi : Masihlah. Kental banget malah.
Jauhari : Kalau lagi ngedumel, keluar semua bahasa Melayu-nya.
Wirya : Kalau ketemu Zein, Emak pasti ngobrol pakai bahasa Sambas.
Sarhan ; Bedakah bahasa Sambas dengan Melayu?
Entah sudah berapa lama, tetapi ketika aku bangun, bau disinfektan yang menyengat tercium dari hidungku.
Raka menatapku dengan gugup.
"Kamus sudah merasa lebih baik? Apa ada yang nggak nyaman?"
Aku menatapnya dengan dingin, tidak merasakan apa-apa selain mual.
"Sudah kamu tanda tangani? Kita cerai saja."
Yang pasti Mama Desi dan Mama Nina yang sedang berdebat soal masakan dan dapur.
“Mama mama ributin apa, hmm?”
“Ini lho, Yan, Masa mertuamu bikin mi samang atau apalah itu.”
“Samyang Jeng, mi Samyang. Ini tuh mi Korea tahu.”
“Halah, biasa makan indomi saja belagu.”
“Yan, Mama kamu rese banget deh. Kan yang masak mi saya, yang makan saya, dia kok ngomel melulu kerjaannya.”
Gede bacot minus pengalaman adalah definisiku saat ini.
Mamas memberhentikan taksi, dan lagi, Bestieh, dia nyapa pakai orang pakai Bahasa Korea. Katanya cuman bisa empat bahasa. Kok, sekarang udah nambah aja. Bahasa Inggrisku aja cuman tahu, yes, no, I love you aja.
Suamiku itu refleks maju untuk mendekatkan jarak, terlihat juga ekspresi wajahnya yang seakan menyesal karena telah keceplosan berbicara.
Semakin Mas Burhan mendekat, semakin aku melangkah mundur lagi hingga aku menyuruhnya berhenti. Kuperhatikan dia dari ujung rambut dari ujung kaki, tidak ada yang berubah hanya kondisinya saja yang babak belur.
Ya, dia benar suamiku. Aku sudah menjelajahi sekujur tubuhnya dan tidak ada yang berbeda, tidak ada yang berubah.
"Gak usah Sas."
"Loh kenapa? Bapak 'kan suka banget makanan Korea begini."
Keningku mengerut. Jadi suamiku suka makanan Korea toh? Baru tahu aku, haih belagak banget Bang Wija, mana gak pernah bilang-bilang pula.
"Iya, tapi kalau saya mau nanti saya pesan aja," jawab suamiku ramah.
Ini nih yang bikin aku gedeg juga. Suamiku itu kayaknya kelewat ramah dah, makanya si cewek genit ini terus aja ngemeng kayak caper gitu sama laki gue, hih.