Istri Nomor Dua
Apalagi, bayiku juga terus bergerak aktif, menambah gejolak tak nyaman dalam perutku.
Nak? Diem, dong. Mama mual banget kalau kamu terus gerak seperti ini.
Huek ... Huek ... Huek ...
Aku kembali mencoba muntah. Meski sebenarnya sudah tak ada yang bisa aku keluarkan selain cairan bening yang sangat pahit dari mulutku. Demi apapun, rasanya benar-benar tidak nyaman sekali.
“Astaga, Rara! Kamu kenapa, Nak? Sakit? Masuk angin, ya?” cecar Mama Sulis panik, sambil membantu mengurut tengkukku. Aku hanya tersenyum getir menanggapinya.
Bab Populer