Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
RUSAK

RUSAK

Ponsel jeleknya pasti akan mati Dingin mulai merayap ketika tetesan air hujan menembus bajunya. Jarak yang terlalu biasa ia tempuh kini terasa semakin jauh bahkan ketika Safa telah mempercepat langkahnya. GREPP Seseorang bertubuh besar menyergap tubuhnya dari arah belakang. Safa syok, ia merasakan tubuhnya tak bisa digerakkan. Hendak berteriak namun mulutnya dibekap dengan tangan. Seluruh fungsi anggota tubuhnya juga terkunci karena dekapan yang menyesakkan itu.
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai succumb
Baca
+Pustaka
RUSAK

RUSAK

Sarah berusaha untuk menjauh walau dengan susah payah. Sarah sudah berdiri namun kembali tumbang karena separuh tubuhnya sudah diambil alih oleh minuman yang tadi ditenggaknya. Kevin bahkan sudah tertidur di kursi tanpa menyadari Sarah dalam bahaya besar. Sarah tumbang di lantai dan para lelaki mesum itu menyambutnya dan kembali mengerumuninya. “Pergi kalian!” Lemah Sarah berkata.
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai succumb
Baca
+Pustaka
Gagal Menjadi Bulanmu

Gagal Menjadi Bulanmu

Suara denting gelas yang pelan itu bagaikan belati tajam yang secara seketika mengiris benang terakhir kewarasan di benak Saskia. Tubuhnya tak lagi kuat menopang, dia jatuh berlutut. Kedua tangannya telah berdarah akibat kuku-kukunya sendiri yang mencengkeram erat, setetes demi setetes darah merembes di sepanjang lengannya. Tak lama, air mata bening yang jatuh bercampur dengan butiran darah, menghantam lantai dan berceceran. Rasanya seolah jantungnya yang sudah retak diremas paksa hingga hancur berkeping-keping!
4.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 153 kali sebagai succumb
Baca
+Pustaka
Cintaku T'lah Mati

Cintaku T'lah Mati

"Tunggu di sini saja, sebentar lagi selesai." Mark seperti tidak sabar ingin memutus semua hubungan denganku. Dia melangkah cepat dan segera menghilang setelah membuka pintu. Aku duduk lemas di sofa. Di kantor yang sunyi sampai terasa menakutkan ini, aku teringat ucapan dokter. Leukemia stadium akhir, mungkin tidak ada kesempatan untuk transplantasi sumsum tulang belakang. Aku menghela napas, menatap pintu tempat Mark menghilang tadi. Mungkin dia memang tidak pernah peduli.
10.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 278 kali sebagai succumb
Baca
+Pustaka
Adoration

Adoration

Bertubuh kurus dan tinggi, berkulit pucat dengan pupil bewarna putih semua. Sesuai dengan apa yang Jo ketahui, setan akan takut jika dibacain ayat dan doa-doa. Berhubung Jo tidak terlalu tahu banyak ayat dan doa, ia pun membaca doa makan. Seketika mayat yang menahan tubuh Lim, melepas pegangannya dan membiarkan Lim pergi mendekati Jo. Lalu mereka bersama-sama membuka pintu dan keluar dari ruangan.
105.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 129 kali sebagai succumb
Baca
+Pustaka
Kehancuran Usai Suami Berkhianat

Kehancuran Usai Suami Berkhianat

Aku mau teriak melawan, tapi gebuk pukulan menelan kalimatku hanya di dalam dada. Hancur Lemah. Aku tak berdaya. Hanya bisa menutup mata pasrah. Sepertinya aku akan mati dimassa. Suara ramai saat aku diseret ke luar rumah. Riuh. Seperti dengung tak jelas saat terasa pukulan mengenai telingaku. Tolooong ... ampuun. Mana sempat lagi kuucap kata. Tertelan makian para manusia yang mengerumuniku.
1059.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai succumb
Baca
+Pustaka
Contradiction

Contradiction

katanya setelah mendapatkan lima botol sake dan langsung menyerahkannya kepada Hotaru. Tanpa ragu, Hotaru pun meminum sake itu. Tanpa butuh waktu lama, kelima botol sake itu sudah masuk ke dalam perutnya dan langsung membuatnya mabuk. Sejak awal, Hotaru memang tidak pandai minum. Ia bisa mabuk hanya karena menenggak sebotol kecil arak. Tapi kali ini, ia menghabiskan lima botol sake sekaligus yang membuatnya langsung tidak sadar.
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 143 kali sebagai succumb
Baca
+Pustaka
HURT

HURT

Sayangnya, ia terlalu pengecut untuk bunuh diri dan dengan percaya diri lebih memilih untuk menahan rasa sakit, yang pada akhirnya justru akan membunuhnya secara perlahan. Lee Joon bangkit dari posisi tidurnya dan berjalan ke pantri. Diambilnya sekaleng bir dari lemari es, membuka penutupnya dengan sekali tarik, dan menenggak isinya dengan terburu-buru. Membuat cairan kekuningan lolos dari mulutnya dan menetes ke kemeja putih yang ia kenakan.
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98 kali sebagai succumb
Baca
+Pustaka
SACRIFICE

SACRIFICE

First yang asik dengan ponselnya hanya menjawab tanpa menatap Thana. "Setelah diperhatikan dengan benar. Ternyata kau cukup manis." First langsung tersedak, bahkan dirinya terbatuk hebat. Thana yang melihat itu panik. Takut jika temannya benar-benar mati akibat tersedak. First melotot seraya menepuk pelan dadanya untuk meminimalisir rasa sesak, bahkan matanya berkaca-kaca dan tenggorokan terasa sangat perih.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai succumb
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status