Sisa Cahaya di Jalan Gelap
Begitu Ratri masuk, salah satu temannya, Maya, langsung melambaikan tangan.
“Eh, Ratri! Dari mana aja? Kok baru nongol? Jangan-jangan tadi main sama pelanggan lama, ya?” candanya sambil terkekeh.
Ratri tersenyum tipis, menanggapi dengan ringan. “Ah, bisa aja. Aku cuma keluar sebentar kok, cari udara.”
Teman lain, Sinta, ikut nimbrung. “Halah, cari udara apaan. Pasti ketemu sugar daddy baru, ya? Wajahmu tuh kayak lagi dapat jackpot.”
Hot Chapters