PETAKA REUNI
Dia mengambil sesuatu dari laci mejanya, lalu berjalan menuju dispenser.
Kuikuti gerakan Mbak Susi, sampai dia kembali dengan cangkir yang menguarkan aroma sedap seduhan kopi. Dia meletakkan cangkir ke mejaku, tepat di hadapanku.
“Aku nggak tau, selera kopi kamu apa. Tai, kalo mood lagi ancur dan sedih banget, aku suka kopi seperti itu.” Mbak Susi menunjuk kopi di mejaku dengan dagunya.