Tiba-Tiba Dimadu
Sapa suara yang selalu mengejutkan dan membuat dadaku berdesir tak menentu.
"So-sore Dok." Aku gugup.
"Ada warung pecel yang lezat sekali dekat sini, mau ikut?" tawarnya.
"Uhm, sebaiknya lain kali saja, Dok."
"Kenapa? Aku maksa nih," ucapnya sambil menarik lenganku.
"Tu-tunggu Dok, hari ini ibu kurang sehat, jadi, sebaiknya aku pulang lebih cepat Dok. Aku harus masak," tolakku sambil melepas pegangan tangannya dengan perlahan.
Hot Chapters