Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dendam Membara Tuan Muda

Dendam Membara Tuan Muda

"Aku membencimu. Sampai mati pun aku akan tetap membencimu!" Dan kalimat yang terdengar bersungguh-sungguh itu terus terulang, bagaikan sebuah mantra yang terucap tanpa henti. Hingga tak pelak menimbulkan rasa yang teramat sangat ngilu di dalam dadanya. **** Pintu kamar terbuka dan Starla mengabaikan pramuwisma yang baru saja memasuki kamarnya dengan sebuah gaun pesta di tangannya. "Tuan Skylar meminta Anda untuk segera mengenakan ini, Nyonya," ucap wanita itu dengan nada pelan yang membuat Starla mengerutkan dahi samar dan menatapnya sejenak.
1.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai surat untuk starla lirik
Baca
+Pustaka
Cinta Telah Padam, Jalan Kita Berpisah

Cinta Telah Padam, Jalan Kita Berpisah

Setelah tiba di rumah, aku langsung berkemas. Lalu, aku mengirim pesan singkat pada Irfan: [Irfan, mari kita bercerai.] Tak lama kemudian, ponselku dengan kencang. Irfan baru pulang larut setelah seharian bersenang-senang di taman hiburan bersama Citra dan Santo. Begitu sampai di depan rumah yang gelap gulita, hatinya tidak tenang.
5.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 151 kali sebagai surat untuk starla lirik
Baca
+Pustaka
Di Atas Langit, Hatiku Hancur Lebur

Di Atas Langit, Hatiku Hancur Lebur

Dia tidak terima dan berteriak histeris. "Kamu sebentar lagi dipromosikan ke jabatan baru, tapi kita tetap rekanan." "Masa depan kita selamanya terikat bersama." Devan melirik jam, lalu perlahan berdiri tegak. Dia tetap diam dan berjalan menuju komputer. Dia membuat keputusan yang mengejutkan. Surat pengunduran tampil di hadapan mereka. Bianca menggelengkan kepala, berteriak untuk menghentikannya.
6.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 226 kali sebagai surat untuk starla lirik
Baca
+Pustaka
Selir Hati Tuan Muda

Selir Hati Tuan Muda

Saat ini sedang summer di Paris. Gendis tersenyum sekaligus melambaikan tangan pada gadis yang membawa kertas dengan tulisan, 'Waiting for Gendis Tsabina Putri from Indonesia'. "Gendis?" tanya gadis itu agar lebih meyakinkan. Gendis mengiyakan dengan anggukan kepala dan balas memberi pertanyaan. "Laura?" "Ya, saya Laura. Saya perwakilan dari Modeta. Selama di sini saya yang akan memandu kamu."
1021.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 569 kali sebagai surat untuk starla lirik
Baca
+Pustaka
CEO Tampan Itu Memaksaku Menjadi Aktris

CEO Tampan Itu Memaksaku Menjadi Aktris

“Gimana kalau aku mengenalkanmu dengan pria aneh itu. Uhmm … maksudku T--t--Altair.” “Ah, ide bagus Za. Mungkin saat pementasan itu dia tak sempat mendapat nomor atau melihatku. Gimana kalau sekarang Za? ah makasih banget Za.” Agnes tersenyum sembari memeluk Oryza. “Kalau begitu ….” Oryza mengeluarkan ponselnya dan menekan tombol telepon di aplikasi chatnya. “Halo … ini Oryza. Anda bilang ingin menawarkanku kesempatan menjadi talent STAR-S. Kalau masih ada kesempatan bisakah kita bertemu?”
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai surat untuk starla lirik
Baca
+Pustaka
Kekasih Rahasia CEO

Kekasih Rahasia CEO

Maka Starla memutuskan untuk membalas jabat tangan pria tersebut dan menyebutkan nama. “Starla.” “Surat cinta untuk Starla?” gurau pria itu menyebut judul sebuah lagu. Starla tertawa kecil. “Dari Singapura juga?” Starla diam sesaat. Tentu saja dari negara itu. Ini kan pesawat dari Singapura. “Maksud saya begini. Siapa tahu kamu tadi dari negara lain terus ganti pesawat di sana.” Gathan memperjelas ucapannya.
9.9167.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.9K kali sebagai surat untuk starla lirik
Baca
+Pustaka
Bintang Jatuh Di Pelukan

Bintang Jatuh Di Pelukan

"This is my fight song, this is my rule ... never break it up, never put me down down down!" Starla menyanyikan lagu hits yang dihapal oleh sejuta umat karena sangat laris itu di atas panggung yang bermandikan cahaya lampu sorot. Dia adalah bintang sesungguhnya petang itu. Semua takjub melihat sinar aura yang terang benderang saat Starla berdiri di tengah panggung dikelilingi para dancer.
103.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 78 kali sebagai surat untuk starla lirik
Baca
+Pustaka
Di Bawah Kendali sang CEO

Di Bawah Kendali sang CEO

Malah mengeraskan volume TV-nya. Starla mengetatkan rahang, lalu berbalik menuju kamar. Ia membuka laci dan mencari sebuah surat kontrak yang dulu ia tanda tangani dengan Erik. Ini adalah sebuah salinannya, tapi Starla butuh surat ini sekarang untuk memutuskan segalanya. Keputusan Starla sudah sangat bulat. Kembali, Starla membanting surat tersebut di atas meja tepat di depan Erik.
1010.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 262 kali sebagai surat untuk starla lirik
Baca
+Pustaka
SELIR HATI

SELIR HATI

Di bawah foto itu, tertulis pesan singkat: “Dia lebih nyaman bersamaku, Gita.” Tangannya gemetar. Surat itu terlepas, jatuh ke lantai. Dadanya sesak. “Baginda… bersama Aruna?” bisiknya. Sari mendekat, ikut melihat isi amplop. Wajahnya berubah pucat. “Astaga, Nyonya, ini... ini jahat sekali.” "Saya yakin itu ulah Aruna, bukan Baginda, Nyonya."
103.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 147 kali sebagai surat untuk starla lirik
Baca
+Pustaka
In The Rain

In The Rain

Ayah yang selalu sibuk dengan urusan kantor dan semakin gila kerja setelah bunda tiada membuat suasana rumah tidak sehangat dulu lagi. Hal itu membuat keinginan Starla kecil muncul. Ia ingin sekali mengembalikan momen-momen kehangatan serta keharmonisan keluarganya yang telah lama tiada. Akankah ia bisa menggapai keinginan kecilnya itu? "Benci banget sama senin." Starla mematut wajahnya di depan cermin dengan wajah bete. "Apa pura-pura sakit aja kali, ya? Males banget harus upacara," gumamnya pelan.
101.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai surat untuk starla lirik
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234568
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status