Ibu Susu Untuk BOSKU
Semuanya menumpuk di pikiranku, membuatku merasa sesak, seolah-olah aku sedang tenggelam di dalam lautan masalah tanpa ujung.
Pintu lift akhirnya terbuka dengan bunyi ding. Aku melangkah keluar, mencoba menarik napas dalam-dalam, tapi dadaku masih terasa berat. Setiap langkahku menuju unit apartemen Mr. Wei terasa lambat, seakan-akan beban pikiranku menghentikan setiap langkah. Saat pintu terbuka, aku langsung mendengar suara Mr. Wei yang sedang berbicara menggunakan bahasa Kanton. Nada bicaranya terdengar serius, dan meskipun aku tidak mengerti sepatah kata pun dari apa yang dia katakan, aku bisa merasakan ketegangan yang menyelimuti suasana.