IBU SUSU BAYIKU, CANDUKU!
Dan kini, Sisil menawarkannya permainan baru, dengan janji manis di ujungnya.
"Aku nggak tahu, Sil. Ini berisiko. Siapa tahu ini hanya akal-akalan kamu saja," gumam Hendrik sedikit curiga. Pasalnya ia tahu Sisil adalah wanita yang bertabiat seperti ular.
Sisil mendekat, menempelkan bibirnya ke telinga Hendrik dan berbisik, "Tenang saja. Kamu bisa percaya aku."
Hendrik memejamkan mata sejenak. Lalu, ia membuka matanya perlahan, menatap Sisil dalam-dalam. "Oke, aku akan bantu. Tapi dengan satu syarat juga."
Hot Chapters