Tawanan Sang Mafia
Setiap gerakannya pelan, memperlihatkan ketundukan seorang pelayan yang tak memiliki daya tawar.
Freya membungkuk sedikit, menatap penuh kemenangan pada sosok mungil yang kini berlutut di bawah kakinya. Sang putri mafia menunggu jeritan kesakitan, isakan tangis, atau pandangan memohon ampun yang menyedihkan.
Namun, saat Anastasia meraih pecahan kristal yang paling besar dan tajam, sudut kepingan itu menyayat dalam kulit di pangkal jari telunjuknya.