Jurnal Sang Dokter
teriak Angela seraya menangis, menutup wajahnya dengan kedua tangan.
“Aku akan menjadi mesin uang, melakukan apapun yang dia suruh, melayani tamu tamu pria hidung belang yang dulu memakainya, mengerikan, apa aku sudah segila itu,” ucap Angela dengan tatapan mata nanar, penuh kebencian mendalam.
Suasana tiba tiba hening, sunyi sepi, mereka berdua terdiam, seolah saling berpikir, berusaha menemukan solusi terbaik.