AMBISI IBU MERTUA
Baginya lelaki yang ia panggil Papa itu adalah sumber masalah baginya.
“Tapi dia tetap papa kita, Kak, “ucap Akmal. Tatapannya menerawang menatap langit-langit putih diatasnya.
“Iya, kakak tahu itu. Sudahlah Akmal. Kamu itu masih kecil belum waktunya mengerti. Jangan sampai kamu mengecewakan mama. Ingat semua pengorbanan mama selama ini. Lebih baik kamu konsentrasi belajar di pondok, “ ucap Tania. Gadis itu lalu beranjak dari duduknya meninggalkan Akmal diantara tumpukan barang-barang yang belum ditata.