Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Hasrat Liar Sahabat Suami

Hasrat Liar Sahabat Suami

tanya Dina dengan nada bingung yang berubah cepat menjadi nada menantang. “Saya Mira. Saya mencari Ibu Rani.” jawab perempuan itu, suaranya datar, dingin, tanpa basa-basi. Rani melihat ibu mertuanya menatap Mira dari ujung rambut hingga ujung kaki—tatapan khas Dina yang penuh penilaian. Mira berdiri tegap dengan ekspresi nyaris tak bergerak. Sikap dinginnya jelas membuat Dina tidak senang.
104.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 156 kali sebagai tante mira
Baca
+Pustaka
ISTRI SIRI TENTARA  ALIM

ISTRI SIRI TENTARA ALIM

"Hai, Dam. Kebetulan banget ketemu di sini." Diandra menarik jaket Damar, menatap Mira dengan rasa penasaran. "Papa, itu siapa?" Damar menatap putrinya, lalu kembali ke arah Mira. "Ini Tante Mira, sayan, Tante Lani." Mira mencoba tersenyum, tapi ada kegelisahan di matanya. Ia menunduk, merasa tidak nyaman dengan situasi ini. "Mas Damar... apa kabar?" tanya Mira pelan, suaranya nyaris tenggelam di keramaian mal.
1045.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai tante mira
Baca
+Pustaka
Antara Aku dan Adik Tiriku

Antara Aku dan Adik Tiriku

"Syaqila." Syaqila dan Diandra menoleh bersamaan. Mereka terkejut melihat seseorang yang bersuara itu. Sosoknya berdiri di depan mereka, setelah sebelumnya mengeluarkan suara yang terdengar berat dan menggoda. Diandra bahkan meneguk ludahnya dengan susah payah. Siapa yang akan menolak sosok pria di depannya ini? Ia terlalu sayang untuk dilewatkan. "Ya?" Dengan senyum manis, Diandra berdiri menghadap pria itu.
4.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 134 kali sebagai tante mira
Baca
+Pustaka
MIRA ANDINI

MIRA ANDINI

Mira berjalan ke ruang tamu ada dua wanita disana satu seumuran Maminya, dan yang satu lagi masih muda mungkin sekitar umur dua puluh dua tahun. "Ini Mira yah?" tanya wanita yang seumuran dengan Maminya. "Iya tante," jawab Mira kemudian mencium punggung tangan wanita itu. Wanita itu melirik ke arah Mira dengan tatapan merendahkan kemudian berkata "Kenalkan ini Mila anak tante,".
108.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 254 kali sebagai tante mira
Baca
+Pustaka
Takdir Miranda

Takdir Miranda

Ia terlihat panik. Mira menatap tajam keponakannya. Miranda semakin salah tingkah. Ia tak berani membalas tatapan sang tante. "Mmm ... anu, Tante. Anu ...."Miranda semakin gelisah, bingung mau menjawab apa. "Miranda, jujurlah! Tante yakin, kamu anak baik. Maka, jujurlah pada Tante. Apapun yang terjadi, Tante berjanji tidak akan marah."
4.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 144 kali sebagai tante mira
Baca
+Pustaka
Pendekar Salah Zaman

Pendekar Salah Zaman

Pintu kebuka dan seseorang turun. Mira. Dia langsung melambai dari depan pagar. “Kak Rangga!” Rangga nengok, langsung nyengir. “Eh Mir, masuk-masuk sini.” Mira masuk dan duduk di kursi teras. Matanya sempat melirik ke arah Lendra, Tora, dan Silvi sebentar. “Kak… mereka siapa?” Rangga santai jawab.
10564 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 11 kali sebagai tante mira
Baca
+Pustaka
Tunggu Pembalasanku, Mas!

Tunggu Pembalasanku, Mas!

"Tante, Mas, kenapa sih kalian tidak suka sama Mbak Mira? Bukannya dia itu baik, cantik, tajir lagi! Sungguh berbanding terbalik denganku yang hanya wanita kampungan." "Sebenarnya tidak ada yang salah dengan Mira. Kamu benar, dia itu baik, bahkan baik sekali. Tante membenci ibunya dan Tante menjadikan Mira sebagai alat untuk balas dendam pada mamanya. Walaupun Tante sudah berhasil membuat Mama dan papanya Mira bercerai, tapi Tante belum merasa puas. Tante ingin membuat keluarga mereka sengsara dan menderita."
1034.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 964 kali sebagai tante mira
Baca
+Pustaka
Ketulusan Hati  Istri Yang Tersakiti

Ketulusan Hati Istri Yang Tersakiti

KREK Di depan pintu, berdiri seorang wanita paruh baya dengan senyum lembut—mertua Miranda, Mira. “Kamu cantik sekali, Miranda,” puji Mira. Miranda tersenyum kaku, masih diliputi kecanggungan. “Terima kasih, Tante Mira.” Mira mengamati menantunya dengan penuh kasih. “Jangan panggil aku Tante, panggil saja Ibu. Kamu sudah jadi bagian dari keluarga ini. Jangan sungkan, ya.”
1010.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 343 kali sebagai tante mira
Baca
+Pustaka
You're My Mirror

You're My Mirror

Ia memakai vintage dress berwarna navy berenda putih di bagian atasnya, tak lupa satu tangkai bunga mawar hitam yang digenggamnya erat, memancarkan kesan dark yang memukai. Meski begitu, tetap saja, Bara merasa takut dengan kenyataan bahwa gadis itu keluar dari cermin. Bagaimana jika dia adalah sejenis hantu? Monster? Jin? Siluman? Atau ... apa mungkin bidadari? Tapi, bidadari itu turun dari langit, bukan malah muncul dari dalam cermin dan menyakitinya.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 92 kali sebagai tante mira
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status