Tolong, Aku Seorang Ibu Menyusui
Dia masih bisa bicara meski mulutnya belum benar-benar terlepas,
“Jadi nggak dianggap curang.”
Jantungku berdetak tak terkendali, seperti genderang yang dipukul bertubi-tubi.
Keringatku mengalir deras, menelusuri pinggang, menetes diam-diam ke dalam selimut yang kini semakin panas dan sempit.
Tangannya menyusuri pahaku, perlahan naik ke atas, jemarinya dengan lembut mengusap bagian dalamku, ringan seperti bulu.