The Tears I Shed
Tengah malam ini suasana pantai wisata hiruk pikuk oleh insiden besar politisi negeri ini.
"Gue nggak tahu segala rasa sakit, dendam, amarah, itu entah ada di mana sekarang, Bang. Gue telah berusaha untuk meninggalkannya di sini. Tapi gue nggak yakin kalau gue bisa melupakan itu semua, Bang. Gue bener-bener nggak yakin. Sesungguhnya jiwa gue ini antara kosong dan tiada. Apa lo masih mau nungguin orang yang penuh borok dan dosa kayak gue, Bang? Gue udah pasti bakalan dipenjara. Gue nggak tega melihat lo berkorban begitu banyak untuk sesuatu yang nggak berharga kayak gue, Bang." Untuk pertama kalinya Maya mengelus pipi dan rahang Gupta dengan rasa sayang sekaligus merana.
Hot Chapters