Ketika Istriku Minta Talak
Helminawati Pandiakering sudah air matakudada terasa panas dan berkeringatkata kata aku merindukanmulirik seperti wanita mengurapimu
ucapku bertahan di posisiku berdiri.
“Nanti Om jelasin di dalam, Renata!” perintahnya dengan nada mulai menekan. Tangannya mencoba meraih lenganku, segera aku mengelak, lalu berjalan masuk ke dalam kamar itu.
Ranjang besar dengan kasur yang sangat tebal, itu menjadi sasaran tatapanku yang pertama. Sepre yang membalutnya terlihat begitu cantik dan mewah. Sebuah televisi led berukuran besar menempel di dinding kamar. Dua buah gelas masih menelungkup dan dilengkapi dengan sebuah teko dari bahan keramik dan telah berisi minuman, terletak di atas nakas, tak jauh dari ranjang besar.
Beliebte Kapitel