Demi Dirinya Kau Meninggalkan Aku?
“Tidak apa-apa jika njennegan ku minta maaf atas apa pun yang dariku yang melukaimu, atas segala hal yang membuat tangismu itu terus bercucuran tanpa mampu aku menghentikannya. Sungguh aku tidak bermaksud. Aku pun tak ingin ini terjadi, tapi mengertilah, Ning, aku benar-benar telah kalah, takdir telah mematahkan seluruh perjuanganku untukmu. Kini tolong jangan siksa dirimu sendiri dan membuatku semakin merasa bersalah, Ning.”
“Takdir apa yang kau sebut? Perjuangan apa yang kau maksud? Kau tau, Kang? Hatiku begitu hancur kala itu. Semesta seolah memaksaku meneguk kenyataan pahit bahwa lelaki yang selama ini kunanti-nanti telah beranak istri. Jiwa perempuan mana yang tak porak poranda, Kang? L
Sikat na Kabanata