여기 siapakah diriku와 관련된 100개의 소설이 있습니다. 일반적으로 siapakah diriku와 같은 이야기는 Fantasi, Mafia 및 Romansa 등의 다양한 종류에서 만나볼 수 있습니다. GoodNovel에서 Pewaris Kultivasi Iblis, Raja Kelelawar Hitam부터 시작해보세요!
masih ingin membacanya tor, tapi mo gimana lagi updatenya aja kek males2an kadang sehari cmn 2 bab coba kl update itu minimal 5 bab per hari jd semangat bacanya, kl updatenya sedikit2 ya kita mo bacanya juga nunggu rapelan beberapa hari biar enak bacanya jd dpt alur cerita nya
Klan Qing
Izin promosi ya, Thor.
Judulnya: Murid 3 Dewa
Novel ini menceritakan Petualangan Lin Chen menjadi Penguasa Semesta.
Selain Reinkarnasi Jenderal Perang dari Alam 9 Surga, dia juga memiliki Tubuh Kaisar Langit yang Legendaris.
Bahkan para Dewa Kuno juga mengangkatnya sebagai Murid mereka.
Sangat pahit hingga lidahku terasa getir.
"Aku ini apa, Sarah? Apa aku masih manusia di mata mereka? Ataukah aku hanya sebuah piala yang harus dijaga agar tetap mengkilap?"
Sarah akhirnya berbicara. Suaranya pelan, namun mengandung kenyataan yang menampar.
"Di dunia ini, Nona... definisi tentang diri Anda tergantung pada siapa yang memandang Anda."
Aku menatap bayangan wajahku di kaca jendela yang gelap. "Dan mereka melihatku sebagai apa?"
tanya Raja Hao dengan hati-hati.
“Siapa aku?” tanyanya balik bertanya pada dirinya sendiri dan menjadi kebingungan saat tidak dapat menemukan kata-kata yang tepat untuk menjawabnya. “Siapa aku?” tanya Bai Bao-Yu pada makhluk indah dihadapannya itu.
“Aku tidak tahu siapa dirimu. Aku menemukanmu terjebak di dalam bongkahan Kristal.”
tambahnya terus tertawa.
Sukya dibuat bingung. Sungguh dia heran dengan wanita yang berdiri di depannya. Dia seperti mengenal dirinya, namun entah di mana ia pernah bertemu?
"Sungguh lelucon yang menarik. Aku bukanlah malaikat maut. Aku adalah kamu," lanjutnya menjelaskan.
"Kamu adalah aku? Bagaimana bisa? Aku sendiri tidak tahu siapa diriku ini?" balas Sukya linglung.
Menunjuk diriku sendiri aku berujar, "Aku?"
"Bukan, Naya maksud saya —ya jelas kamulah, siapa lagi di sini yang bisa saya tanyai?" Nada ucapannya datar, tapi kontennya serasa sarkas didengar.
"Freelance copywriter, nulis artikel," jawabku.
Ia menaikan satu alisnya. "Kata Naya kamu mau kuliah S2?" Wow ternyata Naya sudah mempromy diriku.
Coba kamu pikirkan siapa dirimu," kata pemuda itu.
"Saya?" tanya Dea sembari menunjuk dirinya sendiri.
Dea tahu dia siapa, tetapi kenapa sulit sekali rasanya menjelaskan kepada lelaki itu? Tentu identitas yang Dea ingin katakan padanya adalah bukan profil atau data diri seperti nama, tempat tinggal, tanggal lahir dsb, tetapi sesuatu yang lebih dalam daripada itu.
“Surat untuk diriku sendiri. Yang dulu… sering merasa tidak cukup.”
Adrian menatapnya dengan lembut. “Dan sekarang?”
“Sekarang aku tahu,” jawab Alya sambil tersenyum. “Aku tidak harus cukup untuk siapa pun. Aku hanya harus jujur pada diriku sendiri.”
Mereka terdiam beberapa saat, menikmati suara ombak yang berkejaran.
Adrian membuka satu kaleng dan menyerahkannya padanya. “Untuk lembar baru?”
Tidak dapat menyelesaikan masalah apa pun dan aku tetap menjadi pecundang yang tidak bisa melindungi siapa pun.
Andaikan Kiana, apa yang akan dia lakukan di saat seperti ini? Akankah dia tetap berusaha bijak? Ataukah justru menjadi diriku yang memaki kenyataan dan takdir?
Andaikan Kiana, apakah dia akan menangis? Setiap pertanyaan menjadi begitu aneh. Diriku menjadi terpaku untuk menjadi seperti orang lain. Hampir sudah aku kehilangan jati diri. Tak dapat melakukan apa pun seorang diri.
"Apa? Kamu mau memukulku? Ingat, aku yang menyelamatkan hidupmu."
Aku mengepal tangan dan mengeratkan gigi menahan amarah yang hampir keluar dari ubun-ubun. "Oke! Aku tak akan menyakitimu. Lalu, siapa namamu dan kenapa kamu bisa ada di sini?"
"Itu enggak peting. Yang jelas aku bukan pejahat kelamin sepertimu." Dia keluar sembari berseru. "Aku Mega. Tidurlah, aku akan tidur di luar."