Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Rantai Gen Mekanik

Rantai Gen Mekanik

Neo memasang perangkat pengalih otomatis di ember, dan air dituangkan ke saluran air. Whoosh! Whoosh! Whoosh! Aliran air modular mengalir deras, menyebar ke segala arah. Neo memegang sekop mekanis, membersihkan penyumbatan di beberapa tempat di sepanjang jalan. Desir! Desir! Desir! Ujung sekop yang tajam seperti pisau cukur, dengan mudah meratakan lumpur mekanis dan kerikil yang menyumbat saluran air, membuat air mengalir dengan lancar.
103.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 148 kali sebagai tembakan air
Baca
+Pustaka
Salah Sistem! Aku Satu-satunya Murid Pria di Akademi Wanita

Salah Sistem! Aku Satu-satunya Murid Pria di Akademi Wanita

"Hukum fisika dasar! Air tidak bisa dimampatkan! Kita harus membuka katup pembuangan samping (bypass valve) untuk mengalihkan tiga juta galon air itu ke sektor penampungan lain sebelum pipanya pecah!" "Di mana katupnya?!" "Tuas kuning di ujung ruangan itu!" Vanya menunjuk sebuah tuas setinggi dada manusia yang menempel di dinding seberang. "Tapi kau harus tahu, Dimas. Jalur pembuangan itu tidak mengarah ke sungai luar. Saluran itu mengarah langsung ke Sektor Zona B-4!" Di lantai seberang, Victoria yang sedang menangisi kukunya mendadak mendongak. Wajah Ratu Asrama Tengah itu berubah sedingin mayat.
10244 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5 kali sebagai tembakan air
Baca
+Pustaka
Penguasa Pedang

Penguasa Pedang

Seorang pemuda di tengah meraung dan melambaikan tangannya, dan sinar cahaya yang menyilaukan memancar dari ujung jarinya, seketika membentuk botol air yang kabur. Dia mengangkat botol air tinggi-tinggi ke udara dengan kedua tangan, dan air terjun perak langsung menyembur keluar, membubung di kehampaan. Sungai yang perkasa itu terus mengalir deras, airnya saling bertabrakan, suara nyaringnya bergema ke segala arah, seperti air terjun sungguhan yang mengalir di udara. Setiap tetes air mengandung energi yang mengerikan, dan ketika bertabrakan, kekuatannya terus meningkat.
108.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 279 kali sebagai tembakan air
Baca
+Pustaka
Legenda Tongkat Semesta Bagian 2

Legenda Tongkat Semesta Bagian 2

Bawana kemudian membuat simulasi sederhana menggunakan media air yang dirinya pinta dari Atmarani. Dia menggunakan energi sihir menciptakan ruang penyimpanan air berupa gelembung transparan. Setelah itu gelembung tersebut ditusuk menggunakan pedang membuat air seketika mengalir melalui celah lubang bekas tusukan pedang. Alhasil, debit air di dalam gelembung sihir dengan cepat berkurang. Dan Bawana segera menutup kembali celah tadi membuat aliran air langsung berhenti.
104.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 184 kali sebagai tembakan air
Baca
+Pustaka
Jangan Baca Novel Ini!

Jangan Baca Novel Ini!

Dia mendudukkan aku di tepi bathtub marmer yang dingin sementara dia berdiri menjulang di antara kedua kakiku yang terbuka. "Tunggu sebentar! Saya akan menyalakan air supaya suasananya lebih mendukung." Argan memutar keran shower yang ada di dinding dan air hangat langsung menyembur deras dari kepala shower di atas kami. Suara gemericik air yang jatuh menimpa lantai kamar mandi cukup keras untuk menyamarkan suara apa pun yang akan kami timbulkan nanti. Uap panas mulai memenuhi ruangan kaca itu dan membuat pandanganku sedikit kabur.
825.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 552 kali sebagai tembakan air
Baca
+Pustaka
Penguasa Dewa Naga

Penguasa Dewa Naga

Cahaya matahari yang menembus air semakin jelas menerpa tubuhnya. ... Di luar mata air Komo langsung mendekati mata air saat air yang keluar membesar. Akan tetapi, ia segera beranjak menjauh saat air terus membesar hingga menyembur. Semburan terus meninggi dari beberapa meter dan dengan cepat mencapai puluhan meter. "Aaaaaaa!" Ia dikejutkan oleh teriakan sesuatu yang keluar bersama semburan air, bahkan hingga diterbangkan sampai ke atas langit.
1052.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai tembakan air
Baca
+Pustaka
Perfect Game

Perfect Game

tanya Lan “Aku bisa bepergian ke sana sekarang juga. Tapi, apa tidak apa apa kalian ikut?” “Bawa saja kita berdua. Masalah selamat atau engga, gampang” “Oke, kalian berpegangan dengan ku. Kau lan, bisa kan buat gelembung air untuk kita? Ini untuk memaksimalkan perpindahan dan meminimalisir kacaunya gesekan angin yang terlalu kuat” “Bisa bisa” lalu lan membuat gelembung air untuk mengelilingi mereka. Dan tak lama, gelembung itu pun pecah. LAN terheran-heran kenapa jurusnya pecah begitu saja
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai tembakan air
Baca
+Pustaka
PEMBALASAN DEWA MAUT

PEMBALASAN DEWA MAUT

Layang Samba, dengan Tenaga Dalamnya, menarik partikel air dari Sungai Serayu yang berjarak hanya sepuluh depa dari mereka. Partikel air itu mengembun di ujung Tongkat Waru, lalu meledak menjadi ribuan tetesan air yang ditembakkan ke arah Dipasena. Tetesan air ini bukan hanya basah; mereka membawa daya ledak dari Tenaga Dalam Rancawaru, seolah Dipasena dihujani peluru air yang sangat padat. Wush Byarr! Benteng Pawana milik Dipasena bergetar hebat. Ribuan tetesan air itu menembus lapisan terluar Pawana, tetapi daya ledaknya berhasil ditahan oleh lapisan kedua.
102.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 106 kali sebagai tembakan air
Baca
+Pustaka
Aku Seorang Jenius Super

Aku Seorang Jenius Super

Bab 269 : Keajaiban Ilahi Kehidupan Di tempat yang tidak diketahui di bawah tebing besar, air menderu saat jatuh ke bawah, menabrak bebatuan di bawahnya dengan keras. Air terjun raksasa, selebar tembok besar dan menjulang lebih dari sepuluh ribu kilometer, bergemuruh tanpa henti, puncaknya nyaris tersembunyi oleh awan di atas.
104.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai tembakan air
Baca
+Pustaka
Jerat Cinta sang Tuan

Jerat Cinta sang Tuan

Ia menoleh ke belakang dan makin kalut karena nyala api makin membesar. Impulsif, Bulan mencari ember. Kebetulan ada timba di dekat sana. Gadis itu berlari menuju sumur di belakang rumah si kakek. Meski hanya membawa satu timba, ia berlari lagi ke depan. Bulan sudah akan menyiramkan air tadi ke kobaran api, sampai seseorang menampar timbanya hingga jatuh. Air yang susah payah ia ambil tumpah ke tanah, sama sekali tak menjangkau api.
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai tembakan air
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
8
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status