I'm Sorry Laras
“Tapi kenapa kau membalas aku dengan perselingkuhanmu? Apa yang kurang dariku sampai kau mencari kehangatan di pelukan pria lain?”
Damar mengambil botol itu lagi, menuang sisa minuman keras ke gelasnya dengan gerakan yang semakin tak terkendali. Tangan yang gemetar membuat cairan itu tumpah lebih banyak ke meja, membentuk genangan kecil yang mencerminkan wajahnya yang pucat dan kusut. Ia meneguknya hingga habis, rasa pahit dan panas menyapu tenggorokannya, lalu menyebar ke seluruh tubuhnya seperti api yang membakar. Kepalanya terasa semakin berat, pandangannya kini benar-benar kabur, dunia di sekitarnya berputar perlahan. Ia mencoba fokus, namun matahari neon yang berkedip-kedip seolah berub
Hot Chapters