Gairah Liar Istriku
Ia meneguk sisa wine dari gelasnya, menyesapnya perlahan seolah sedang merayakan sesuatu.
"Sekarang... tinggal menyusun rencana berikutnya."
Ia duduk, menyilangkan kaki dengan anggun. Jemarinya mulai menari di atas keyboard. Folder-folder tersusun rapi, masing-masing bertanda nama: Nara, Rama, Reno, dan Soraya. Ia mengklik folder Nara dan membuka catatan panjang yang berisi daftar pergerakan, waktu, tempat, dan kemungkinan reaksi emosional.