TAKHTA BAYANGAN
“Aku ingin kita merencanakan masa depan. Bukan hanya sebagai pelarian, atau sesuatu yang kita buat berdasarkan rasa takut. Tapi sebagai sesuatu yang nyata. Aku ingin kita benar-benar menikmati hidup ini bersama.”
Kata-kata itu meluncur dari mulutnya dengan begitu lembut, namun Ayra merasakan dampaknya begitu besar. Setiap kata yang keluar dari bibir Dante membawa serta harapan yang besar, dan Ayra merasa jantungnya berdegup lebih cepat.
“Aku juga ingin itu, Dante,” jawab Ayra dengan keyakinan. “Kita berdua sudah melalui terlalu banyak, dan kita layak untuk merasakan kedamaian ini. Masa depan kita, itu milik kita untuk ditentukan.”
Hot Chapters