Yang Terpilih
Teriakan kenek menyebut nama-nama yang terdengar asing di telinga mendominasi, berikutnya bunyi mesin.
Kata Enning Marfu’a, orang Jakarta lebih suka ber-lo-lo, gue-gue, aku-aku, kamu-kamu, urusan masing-masing jadi jangan ikut campur. Hm, mungkinkah perbendaharaan kata “gotong-royong’”, “ringan sama dijinjing berat sama dipikul”, sudah hilang? Atau mungkin tertutup oleh bon kebutuhan hidup yang menunjukkan angka mencekik leher.