Dosenku Suamiku
"Alhamdulillah. Selamat ya, Ra. Perjuanganmu meraih mimpi patut diacungi jempol.
Rania segera bangun dari posisi rebahan, lalu diusapnya air mata yang membasahi pipi.
"Terima kasih buat motivasinya selama ini, Mas."
"Usaha tidak menghianati hasil, Ra. Kamu hebat, mampu berjuang tanpa aku dan juga barang-barang itu. Sekali lagi selamat ya. Perjuangan selanjutnya sudah menanti. Kamu siap?!"