Tetanggaku Luar Biasa
Leni menutup mulutnya, menahan tawa.
"Kalo aku sih, alergi sama perhiasan imitasi. Kayak perak atau emas muda, gitu. Biasanya langsung gatel-gatel. Mbak Ajeng, nggak gatel-gatel?" Siska melanjutkan ocehannya. Kali ini suaranya agak keras, membuat beberapa tamu lain menoleh ke arah kami. Aku yang merasa tidak enak dan sedikit malu, tersenyum sambil mengangguk ke arah mereka.