Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tetanggaku yang Menggoda

Tetanggaku yang Menggoda

Setiap selesai melepaskan hasrat nafsu, aku bisa menikmati pelayanan Luna. Selama tiga hari pertama, aku merasa seperti tinggal di surga. Namun di hari-hari berikutnya, tubuhku tiba-tiba terasa tak tertahankan. Setelah beberapa hari stimulasi tanpa henti, tubuhku seperti terkuras habis. Lingkaran hitam di bawah mataku terlihat mengerikan. Aku bahkan tidak bisa ereksi, sementara hasrat Luna semakin kuat.
59.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai terlalu excited
Baca
+Pustaka
TETANGGA TAPI PANAS

TETANGGA TAPI PANAS

sahut Ruby, mencoba membela diri meski suaranya agak bergetar. Mbak Tari menghela napas, kacamatanya melorot ke ujung hidung. "Angka memang tinggi karena orang penasaran, tapi eksekusinya nggak sebanding sama tensi yang lo bangun dari awal. Di bab delapan belas ini, lo nulis adegan di meja kerja, kan?" Ruby menelan ludah. "Iya, Mbak." "Deskripsinya kayak robot, Ruby. Terlalu teknis," Mbak Tari mengetuk-ngetuk layar. "Gue butuh emosi. Gue butuh pembaca ngerasa kalau mereka itu si kepanasan."
1013.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 536 kali sebagai terlalu excited
Baca
+Pustaka
Terjebak Gairah Pria Idiot

Terjebak Gairah Pria Idiot

Jika kuubah kenaifannya menjadi napas terengah-engah? “Astaga! Aku sudah gila." Seren tanpa sadar berteriak dan kembali mengejutkan Theron. Mata Theron yang polos dan tidak sesuai dengan ukuran tubuhnya yang besar itu tampak kebingungan. Di sisi lain, mata itu begitu jernih dan indah. Semakin melihatnya, maka akan terdorong untuk terus melihatnya. "Oh, maaf jika aku terlalu berisik. Aku sungguh tidak apa-apa, Theron. Jangan khawatir."
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai terlalu excited
Baca
+Pustaka
Malam yang panas

Malam yang panas

"Kamu bangun lebih awal dari biasanya. Ada yang salah?" Nadia menyerahkan cangkir teh dan secarik kertas. Reza menatapnya bingung, lalu membaca. Matanya melebar. "Nad... Ini...?" Nadia mengangguk, air matanya menetes. "Aku... aku nggak tahu harus gimana. Aku bahagia, tapi juga takut. Semua ini cepat banget. Kita baru mulai stabil, dan... aku nggak tahu apakah aku siap."
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 134 kali sebagai terlalu excited
Baca
+Pustaka
Jangan Pegang, Coach

Jangan Pegang, Coach

kata Mey sambil merapikan kasur "Are you nervous?" "Excited nervous, not scared nervous." "What's difference?" "Excited nervous means I want opportunity and hope I'm qualified. Scared nervous means I'm afraid opportunity will expose my inadequacies." David ngelirik. "And which is this?" "This is me wanting to prove that Singapore Mey can become London Mey successfully." "I have no doubt Singapore Mey can become anywhere Mey successfully." kata David "Even London Mey?" "Especially London Mey."
1013.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 466 kali sebagai terlalu excited
Baca
+Pustaka
Tertipu Masa Lalu

Tertipu Masa Lalu

Melainkan anggota tubuh seseorang. Ya. David tersenyum lengkap dengan seringainya. Ia membuka dan menutup dadanya sendiri. Sungguh. Begitu mengerikan. Anehnya si pemilik tubuh merasa kegirangan. Membuat suasana semakin mencekam. Bahkan dada Delano semakin berdegup kencang.
1011.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 241 kali sebagai terlalu excited
Baca
+Pustaka
Terjerat Gairah Sahabat Kekasihku

Terjerat Gairah Sahabat Kekasihku

TAMAT *** Hai semuanya, terima kasih telah membaca cerita Nona Ekha yang berjudul Terjerat Gairah Sahabat Kekasihku. Terima kasih karena sudah mau mampir di cerita ini dan juga mau membaca cerita ini sampai akhir. Maaf karena di cerita ini masih banyak sekali kata-kata yang kurang dipahami, typo bertebaran di mana-mana, sekali lagi Nona Ekha minta maaf. Jangan lupa baca cerita Nona Ekha yang lainnya juga ya.
1035.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 709 kali sebagai terlalu excited
Baca
+Pustaka
Tetanggaku Luar Biasa

Tetanggaku Luar Biasa

Leni menutup mulutnya, menahan tawa. "Kalo aku sih, alergi sama perhiasan imitasi. Kayak perak atau emas muda, gitu. Biasanya langsung gatel-gatel. Mbak Ajeng, nggak gatel-gatel?" Siska melanjutkan ocehannya. Kali ini suaranya agak keras, membuat beberapa tamu lain menoleh ke arah kami. Aku yang merasa tidak enak dan sedikit malu, tersenyum sambil mengangguk ke arah mereka.
1024.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 979 kali sebagai terlalu excited
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status