Kulepaskan Suami Berengsekku
Setelah menyelesaikan rangkaian gerakan ini, dahi Susan sudah dipenuhi dengan keringat dingin.
Dia mengambil termos air panas, meletakkannya di pangkuannya, lalu kedua tangannya menggerakkan kursi roda untuk maju.
Ketika sampai di pintu, kedua tangan Susan sudah terasa sedikit pegal.
Setelah bersusah payah mendorong kursi roda hingga sampai di ruang air panas, Susan mengarahkan mulut termos tepat di bawah dispenser. Uap panas mengepul saat air mendidih mulai mengalir masuk. Karena termos itu makin berat seiring bertambahnya volume air, satu tangan Susan tidak lagi kuat menahannya. Jadi, dia terpaksa memegangi termos itu dengan kedua tangannya.