Teror sang Pecundang
Mukanya terlihat pucat dan panik sepertinya dia takut kalau mimpinya itu bakalan kejadian,"Aku takut terjadi apa-apa sama Andre, Dek."
Tangan Andini memegang erat tangan adiknya. Anggita terus menenangkan nya, "Tidaklah, Teh. Itu cuma mimpi kok, berdo'a aja semoga kak Andre terhindar dari marabahaya. Nih, minum dulu Teh, biar tenang." Anggita langsung menyodorkan segelas air putih yang selalu tersedia di meja kamarnya.
"Iya, Dek, terima kasih. Semoga kita semua dilindungi dan dijauhkan dari segala musibah, Aamiin," ucap Andini. Terus meminum air yang disodorkan Anggita tadi.
Hot Chapters