Gara-gara Teman, Rumah Tanggaku Berantakan
Napas tersengal-sengal menggetarkan badan yang berusaha tenang, duka yang disembunyikan dengan wajah datar tanpa ekspresi, dan kebingungan yang terpendam dalam diam untuk menghindar, mengundang rasa sesak yang pada akhirnya tidak bisa lagi ditahan, yang pada akhirnya tidak bisa lagi dipendam, dan yang pada akhirnya menjadi tangis tak terbendung.
Bibir dipaksa untuk tetap terkatup rapat semakin menyesakkan napas yang kian terasa sulit, tangan terkepal kuat dan badan yang meringkuk, jelas menggambarkan kesesakan dari wanita yang bersembunyi di dalam selimut. Bersembunyi dalam gelapnya ruang tidur dan masih juga dalam hangatnya selimut yang justru terasa dingin dan hampa, mengabaikan desis dan
Hot Chapters