Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
TUAN MUDA KAMU YANG KUTUNGGU!

TUAN MUDA KAMU YANG KUTUNGGU!

Marsha tertawa sambil mengikuti irama. “He-he-he. Aku nggak akan lupa malam ini, Arnold.” Di sisi lain, Zera dan Farez menari dengan penuh tawa. Farez sempat menjatuhkan langkah kakinya karena pasir, dan Zera langsung tertawa terpingkal-pingkal. “Kamu tuh, Kak!” katanya sambil mendorong bahu suaminya. “Kayak anak kecil.” Farez tersenyum lebar. “Asal kamu senyum terus, aku rela malu, Sayang.”
101.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai tertawanya kuntilanak
Baca
+Pustaka
Putri Jahat Itu Menjadi Waras

Putri Jahat Itu Menjadi Waras

“Tetapi, cakwe itu sangat keras dan alot saat digigit. Kau pun mulai menarik kepalamu ke belakang dengan sekuat tenaga agar terpotong. Bukannya berhasil terpotong, malah kau terjungkal ke belakang menimpa gerobak pengangkut kotoran.” Xiaoli yang semenjak awal sudah menahan tawa sudah tidak bisa dibendung kembali. Suara terkikik dan tertawanya memenuhi ruangan itu. “Lihat! Kau tertawa sangat keras sampai perutmu sakit, air mata keluar, dan napas hampir habis. Rasanya seperti akan mati. Jadi istilah tertawa sampai mati hanya ungkapan untuk sesuatu yang sangat lucu.”
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai tertawanya kuntilanak
Baca
+Pustaka
Assalamualaikum, Ex-Husband!

Assalamualaikum, Ex-Husband!

Apa yang kulakukan sekarang? Lamunanku yang terasa kotor itu tiba-tiba buyar oleh suara gawaiku yang melengking entah dari mana. Oh, suaranya masih kuntilanak yang depresi. Suara tawa terkekeh-kekeh, seperti menertawakan kepahitan hidup. Kuntilanak yang malang.
1020.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 835 kali sebagai tertawanya kuntilanak
Baca
+Pustaka
Tertawan Dua Suami

Tertawan Dua Suami

Saga terjatuh di atas lantai tepat di atas pecahan piring yang berserakan dan makanan yang berantakan. Ia meringis kala pecahan-pecahan itu menembus punggungnya disertai tindihan Rafael di atas tubuhnya. "Beraninya kau menyombongkan diri di hadapanku, anak sampah tidak tahu diuntung!"
10182.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.0K kali sebagai tertawanya kuntilanak
Tampilkan Ulasan (73)
Baca
+Pustaka
Fennie Felicia
saya sudah baca cerita ini 2 kali,, bagus ceritanya ngk bnyk bab saya suka, daripada bnyk bab tapi jalan ceritanya akhirnya bertele2 males kali dan bosen utk baca..Author keren bnget saya suka cerita ini ...
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Baca Semua Ulasan
PESUGIHAN GUNUNG SEMERU

PESUGIHAN GUNUNG SEMERU

Dengan kesal, Lastri bangkit menuju ke arah balkon dan membuka jendela kamarnya. "Heh, kuntilanak, apakah kamu sedang menertawakanku!" sentak Lastri dengan nada setengah berteriak. Suara tawa nyaring itu seketika hilang. Hanya kehilangan malam yang terasa semakin mencekam. "Sialan, apakah aku semenyedihkan itu, hingga kuntilanak saja menertawakan aku, gobl*k!" hardik Lastri menutup kasar jendela kamarnya.
1026.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 812 kali sebagai tertawanya kuntilanak
Baca
+Pustaka
Mayat di Atas Ranjang

Mayat di Atas Ranjang

Ki Gendeng kembali tertawa terbahak-bahak, kali itu sama dengan yang pertama, tidak berhenti sampai seluruh tanah bergetar oleh gelombang tawanya. Nurlaila terpental-pental, berpegangan pada akar-akar kayu. “C-cukup Ki, bukan waktunya untuk tertawa, hentikan! Aduh duh, aki-aki satu ini tawanya saja bisa bikin orang mati.”
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 112 kali sebagai tertawanya kuntilanak
Baca
+Pustaka
Duka Sang Putri Tertawan

Duka Sang Putri Tertawan

Tapi memikirkan kalung ibuku, satu-satunya pengikat terakhir dengannya, membuatku perlahan, menyakitkan, mulai menekuk lutut. "Bagus. Tapi pertama, biar aku tunjukkan di mana kalung itu sekarang." Isabel tertawa penuh kemenangan dan mengeluarkan ponselnya. Dia memutar sebuah video dan menaruhnya di depan wajahku. Di layar, seekor anjing liar kotor mengibaskan ekornya. Di lehernya tergantung rangkaian mutiara yang berkilau. Kalung ibuku.
8.9251.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7.8K kali sebagai tertawanya kuntilanak
Tampilkan Ulasan (136)
Baca
+Pustaka
ailee
•ceritanya bagus dan krn cerpen jd tamat di bab 22. si fl nya juga sangat logis dan tegas. •kalau mau baca cerpen tinggal bayar untuk baca dgn pilihan seminggu/sebln/setahun, pilih mana suka. saran saya tdk perlu top up koin untuk baca cerpen ini, kecuali mau beri dukungan k author baru top up koin.
Nurlaily vianaz
Ini cuma smpe bab 22 ya? tp bagus deh klo cuma sampe situ dan tamat. Soalnya klo aku jd Sofia, gaakan pernah mau balik ke Vincent. Enak aja dia udh memperlakukan aku kyk gitu, trus mau minta balikan. Udh gitu Vincent ni tiap ngomong sm sofia kalimatnya kasar mulu. Aku jg pilih Alexander sm kyk Sofia
Baca Semua Ulasan
Digoda Suami Gaib

Digoda Suami Gaib

kataku malah bertanya balik, sebab kulihat paras mereka sama menariknya dengan golongan peri yang digambarkan kecantikannya oleh Kinanti. “Bukan,” katanya sembari tersenyum kecil. “Mereka adalah entitas lain. Mereka para kuntilanak.” “Yang benar saja!”” “Mereka adalah golongan orang yang paling sering tertawa, bahkan dalam keadaan sedih sekalipun. Sangat tidak manusiawi bagi kalian, dan bagi kami mereka seperti golongan perempuan-perempuan jet set, noni-noni Belanda yang doyang arisan serta bergosip tentang banyak hal. Dan, jangan salah. Sepertihalnya kaum sosialita di dalam kaummu, mereka pun punya sistem hierarki.”
108.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 248 kali sebagai tertawanya kuntilanak
Baca
+Pustaka
Petaka Malam Tahun Baru

Petaka Malam Tahun Baru

jerit Bastian semakin kelabakan, karena kini ada tiga kuntilanak yang menghadangnya. Kulempar boneka bayi digendonganku ke tangannya, Bastian semakin histeris dan menjerit-jerit seperti orang kusurupan. Aku tertawa keras dengan tawa khas nyi Kunti lalu memamerkan kuku-kuku panjangku dan mengarahkannya kepada pria mesum itu. Dia jatuh tersenungkur dan mencoba melarikan diri. Aku langsung bersiul kencang, sontak beberapa bencis yang sering mangkal di taman langsung berdatangan, dengan kostum ala kuntilanak tentunya. Semuanya tertawa kencang dan mendekat ke arahnya.
1014.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 294 kali sebagai tertawanya kuntilanak
Baca
+Pustaka
SANG INDIGO

SANG INDIGO

"Luna, aku ga perlu dijagain sama bangsa dedemit!" "HIHIHIHIHIHI!" Kuntilanak itu kembali tertawa. Kemudian perlahan dia mendekat. "Kalian yakin tidak terlambat." Perkataan kuntilanak tersebut membuat keduanya tersadar. Terlebih karena kuntilanak itu menunjuk ke arah pintu. Membuat keduanya yakin bahwa terjadi sesuatu. ***
1043.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 912 kali sebagai tertawanya kuntilanak
Tampilkan Ulasan (50)
Baca
+Pustaka
Rainfall
Halo semua, autor di sini. maaf banget sempet lama hiatus. sebenernya ada alasan kenapa hiatus lama. ada kejadian janggal ketika autor nulis sang indigo ini. salah satunya ketika lagi nulis ada yang nendang kursi sampe jatoh padahal autor di rumah lagi sendiri. sekarang aku bakal coba nulis lg ...
Renti Sucia
Bagus banget ceritanya. Kasian Luna, diperlakukan begitu buruk karena punya kemampuan bisa lihat makhluk halus. Bener kayaknya, ya, punya kemampuan begitu itu nggak selalu menyenangkan sprti di film2.
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status