Cinta Yang Tertunda
Sebenarnya Mita sudah bisa berjalan, namun untuk berdiri lama masih terasa sakit.
“Maafkan aku kak, aku hanya takut kamu malu dengan keadaan ku saat ini,” batin Mita tanpa terasa air matanya mengalir di pipinya.
Tok.., tok.., tok.., terdengar suara ketukan pintu kamarnya.
“Masuk aja mah, pintu nya gak di kunci.”
Ceklek.., “Sayang, ada yang mencari mu di luar!” Mita mengerutkan keningnya.
Hot Chapters