Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
SETELAH KEMATIAN ISTRIKU

SETELAH KEMATIAN ISTRIKU

"Hallo, Gi?" "Hallo, Wa? Lo di mana? Gue udah di cafe lo ini. Lo nggak lupa 'kan, hari ini kita harus meeting! Yaelahh, meeting, udah kek orang kantoran aja gue," kelakarnya di seberang sana. Astaga. Aku memang lupa, kalau saja Argi tak menelepon. "Emm, tunggu, Gi! Bentar lagi gue meluncur."
1024.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 894 kali sebagai the case we met
Baca
+Pustaka
MEET U AGAIN (Indonesia)

MEET U AGAIN (Indonesia)

ucap Yulia sembari menopang dagunya seolah sedang berpikir. "Lo kan yang kemarin...." Yulia mulai ingat bahwa seseorang yang berada dihadapannya adalah orang baik yang mengantarnya ke ruang Tata Usaha dan mengenalkan beberapa ruangan dan tempat yang ada disekolah ini saat pertama kali datang. "Iya itu aku," jawabnya singkat. "Wah, nggak nyangka ya kita ketemu lagi," ucap Yulia senang. "Gue kemarin nyariin lo tapi nggak ketemu, lo kemana sih?" tanya Yulia.
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 88 kali sebagai the case we met
Baca
+Pustaka
Seandainya Bertemu Lebih Awal

Seandainya Bertemu Lebih Awal

Sayangnya, semuanya sudah tidak bisa kembali lagi. Akhirnya Lucas menatapku. Ribuan kata hanya bisa dirangkai menjadi satu kalimat. “Selamat tinggal, Feli. Semoga kamu bahagia.” Aku mengangguk pelan, lalu pergi bersama Johnson, menggandeng Manda dan Anson. Johnson menatapku dengan penuh kelembutan. “Waktu itu, aku melihatmu di acara lelang. Aku pun jatuh cinta pada pandangan pertama sama kamu.”
7.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 182 kali sebagai the case we met
Baca
+Pustaka
Me and You

Me and You

“Udah sana masuk. Pasti keluarga lo nyariin.” Setelah dari musolah Rara dan Ica menemui keluarga Rara. Mereka banyak bercerita karena memang Ica sudah lama tidak bertemu dengan orang tua Rara. Cukup lama bercerita orang tua Rara pamit untuk menemui rekan kerjanya lagi dan Ica izin untuk suatu hal dan terjadilah kejadian gelas pecah. Saat dirinya masuk lagi ke dalam ruangan ini, Ica langsung dihadang oleh Rara.
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39 kali sebagai the case we met
Baca
+Pustaka
Meet The Love

Meet The Love

“Hmm, lagi sampai lampu merah paling deket sama apartement, what’s up dude?” “Sore jalan-jalan yuks, aku lagi bad mood nich.” “Sore ini aku ada janji sama sasa mau yoga di sency, ketemuan di sana aja kalau kamu mau ikutan Yoga sekalian bis itu kita karokean, mau gak?” “Setuju, oke! Aku udah lama juga gak ketemu sama Sasa, kangen ngobrol sama dia juga.” “Oke ketemu di sana yah jam empat sore nanti.”
102.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai the case we met
Baca
+Pustaka
When I Me(e)t You

When I Me(e)t You

"Saya Caraka, suaminya Arka." Ganti suara di seberang telepon yang terdengar mencibir. "Bisa kita ketemu? Saya rasa ada yang perlu kita bicarakan." "Saya nggak ada urusan sama kamu." "Iya, awalnya memang tidak ada. Tapi setelah hari ini kamu menemui Arka dan membuat dia ketakutan di saat saya nggak ada, maka saya jadi punya urusan sama kamu." "Fine, Kemang Fight Gym, jam lima sore."
1023.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 879 kali sebagai the case we met
Baca
+Pustaka
When I Meet You

When I Meet You

Kedua kakiku yang sebelumnya terhenti karena mengucapkan beberapa kata inai kembali berjalan menaiki undagan tangga untuk menuju lantai dua. Samar-samar kulihat wajah cengo Lee dan wajah bingung Lee atas ucapan yang baru saja kulayangklan, sungguh rasanya moodku berada dalam garis merah paling bawah, mode tak ingin diganggu dan diajak bicara oleh siapapun. Tidak terkecuali oleh sepasang manusia yang menjalin kasih di lantai satu tadi. ***
9.98.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 220 kali sebagai the case we met
Baca
+Pustaka
Suddenly We Meet

Suddenly We Meet

“Gue baik-baik aja?” “Kita lama banget ya gak ketemu?” Keenan menerawang saat-saat pertemuan terakhir kali mereka. Ana hanya mengangguk saja. “Sorry, gue dulu ninggalin lo. Karena mema—” “Sudahlah. Walau dulu memang gue sedikit kecewa, tapi okelah. Gue juga minta maaf, karena terakhir kali kita ketemu, gue bersikap kurang ajar sama lo. Salah-salah gue yang lainnya di masa lalu, gue juga benar-benar minta maaf. Gue harap kita bisa enggak secanggung ini lagi kalau nanti kita ketemu lagi.”
107.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 237 kali sebagai the case we met
Baca
+Pustaka
(INDONESIA) Brothers

(INDONESIA) Brothers

Ketika dia melihat aku, dia terkejut dan betapa bodohnya Fai berpikir bahwa ini adalah kebetulan. Selama meeting dalam kurun waktu seminggu, kami pergi keluar beberapa kali, termasuk makan siang, makan malam, dan ke bar untuk satu atau dua minuman. Malam sebelum dia kembali ke London, sementara aku perlu tinggal beberapa hari untuk pertemuan lain, kami bertukar kontak dan sepakat untuk bertemu nanti di London. Itu bagus, yang aku butuhkan hanyalah menjadi teman dekatnya dan melalui dia aku dapat terhubung kembali dengan Damian dan membawa Damian kembali bersamaku.
105.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 189 kali sebagai the case we met
Baca
+Pustaka
Bertemu Dengan Lelaki Angkuh

Bertemu Dengan Lelaki Angkuh

Tapi dua orang berhasil lolos. “Aku Aileen Ashanty, tak akan pernah takut dengan apapun” Aileen langsung berlari ke arah cafe. “fiuhh, untung gak telat” ucap Aileen dengan nafas terengah engah. “Aileen, kamu kenapa? Asmanya kambuh?” Tanya Delly(teman baru Aileen) dengan nada meledek. “aku gak punya asma” jawab Aileen. Seorang pengunjung datang, Delly mendorong Aileen untuk melayaninya terlebih dahulu.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai the case we met
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status