Godaan Mama Muda
"Tapi kalau kamu butuh tempat untuk bicara... atau sekedar untuk menangis... Mama ada di sini. Mama selalu di sini, Dit."
Aku tidak mampu membalas ucapannya. Aku hanya memutar kenop pintu, masuk ke dalam kegelapan kamarku, dan langsung memutar kunci.
Tanpa sempat menyalakan lampu, tubuhku langsung ambruk di atas kasur.
Dinginnya sprei tidak terasa seberapa dibanding dingin yang menjalar di dadaku.
Di dalam kegelapan itu, aku meringkuk, membiarkan keheningan kamar menelan sisa-sisa harga diriku yang telah hancur berkeping-keping.