Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Dendam Sang Primadona

Dendam Sang Primadona

Konfrontasi Terakhir Dimitri akhirnya menemukan Leon di pelabuhan kota, tempat transaksi ilegalnya yang terakhir berlangsung. Dimitri mengarahkan pistol ke kepala Leon. "Ini sudah berakhir, Leon." Leon tersenyum, meskipun jelas bahwa dia sudah kalah. "Kau pikir ini hanya tentang bisnis, Dimitri? Ini tentang harga diri. Dan aku tidak akan kalah begitu saja." Sebelum Leon bisa melakukan sesuatu, sebuah tembakan terdengar. Ayla berdiri di belakangnya, pistol masih berasap di tangannya.
1.2K viewsOngoingAdded to Library 43 Times as the last gun
Read
+Library
Malam Terakhir di Singgasana

Malam Terakhir di Singgasana

Mata utusan itu membelalak tak percaya sebelum jatuh ke tanah tak bernyawa. "Lyra nggak akan ingin aku menjadi pengkhianat negara." Suara Mario selembut hembusan angin, saat dia menatap mayat yang tergeletak di tanah. Suara genderang dan terompet semakin keras. Dia mengangkat pandangannya, menatap ke arah ibu kota untuk terakhir kali. Sambil menggenggam pedang yang berlumuran darah, dia berbalik, melangkah dengan penuh tekad.
985.1K viewsCompletedAdded to Library 2.3K Times as the last gun
Read
+Library
Putaran Waktu Wanita Arogan

Putaran Waktu Wanita Arogan

Tidak ada lagi tatapan takut yang selama ini selalu Carina lihat setiap kali mereka berhadapan. "Apa ada yang ingin Anda ucapkan untuk terakhir kalinya?" Carina terkekeh pelan mendengar pertanyaan itu. "Jangan bicara seolah kau akan membunuhku." Sudut bibir Devian terangkat tipis. Dari sakunya, ia mengeluarkan sebuah pistol lalu memasukkan peluru ke dalamnya tepat di depan Carina. "Setelah melihat benda ini, apa Anda masih mengira aku tidak bisa membunuh Anda?"
283 viewsOngoingAdded to Library 7 Times as the last gun
Read
+Library
Sang Petir Terakhir

Sang Petir Terakhir

Sebuah dunia yang penuh dengan pertarungan dan perjuangan. Ya, itulah kisahnya. Kisah Jai. Seorang anak manusia yang terpilih sebagai pengguna elemen petir terakhir di dunianya yang baru. Semuanya itu berawal dari sini... ** Manhattan, New York. 21 Februari 2016.
93.6K viewsOngoingAdded to Library 99 Times as the last gun
Read
+Library
Cinta Untuk Rumah Terakhir

Cinta Untuk Rumah Terakhir

Betapapun sakitnya, semua akan baik-baik saja pada akhirnya. "Sha, aku janji akan memperjuangkanmu sampai kapanpun. Entah kita akan menikah atau kamu dengan yang lainnya, ujung-ujungnya kita juga akan mati kan, Sha. Dengan akhir cerita yang sama, setidaknya kita menyempatkan diri membuat episode terindah sebelum waktu itu tiba." Tegas Afi yang kemudian beranjak meninggalkan Asha.
2.2K viewsOngoingAdded to Library 65 Times as the last gun
Read
+Library
The Mafia: Last Mission

The Mafia: Last Mission

Aaron mendekat, kemudian meletakkan kepala pada dada wanita itu. "Aku belum mati." Aaron seketika menoleh, Rosene kaget karena bibir itu saling bersentuhan. "Aku sedang tidak minat." "Aku tahu." Aaron menegakkan tubuh. Berpindah posisi bersandar pada dashboard tempat tidur dan membuat Rosene berada dala pelukannya. "Ini yang terakhir." "Apa?" "Ini yang terakhir kau memegang senjata. Setelah ini, kau tidak diizinkan ikut dalam urusan klan."
107.5K viewsCompletedAdded to Library 253 Times as the last gun
Read
+Library
Akhir Dari Segalanya

Akhir Dari Segalanya

Yang dia dapatkan hanyalah wajah dingin penuh ketidaksabaran darinya, serta perlakuan yang semakin memanjakan Gwen, seolah ingin membuktikan betapa tidak berharganya emosinya, betapa tidak dewasa dirinya. Sekarang dirinya sudah mau pergi. Tinggal menunggu visa selesai. Semua ini sudah tidak penting lagi. Di saat-saat terakhir ini, bahkan tenaga untuk bertengkar pun tak ingin dirinya habiskan. Kerumunan semakin padat, fotografer berteriak meminta semua orang melihat ke kamera. Bom! Sebuah suara ledakan berat dan mengerikan terdengar dari atas. Lampu kristal bergoyang liar, lalu langsung padam.
13.8K viewsCompletedAdded to Library 276 Times as the last gun
Read
+Library
Pak Dosen Tak Bisa Melepaskanku

Pak Dosen Tak Bisa Melepaskanku

Ia bergelantungan di sana, menulikan telinga dari deru angin dan detak jantungnya sendiri yang berpacu gila, sampai derap langkah Gun benar-benar senyap. Dengan sisa tenaga dan kuku yang hampir lepas, ia merangkak naik. Ponselnya sudah lama hancur berkeping di bebatuan bawah sana. "Gun tidak lagi bermain-main," bisik Garda, suaranya parau karena debu dan rasa sakit. "Dia sudah memperlihatkan taringnya. Kali ini, dia tidak akan ragu untuk menghabisi siapa pun."
10916 viewsCompletedAdded to Library 31 Times as the last gun
Read
+Library
Jejak di Balik Pesantren

Jejak di Balik Pesantren

Bab Terakhir: Kalimat Terakhir Dunia Langit di atas Pesantren Narasi menjadi hitam pekat, seolah tinta raksasa tertumpah dari langit realitas. Awan-awan bergulung seperti gulungan naskah yang terbakar, mengelupas huruf-hurufnya dan menciptakan retakan dalam ruang dan waktu. Di tengah lapangan pesantren yang retak oleh garis-garis cahaya biru dan ungu, Lena berdiri tegak, memegang selembar halaman terakhir—halaman yang disebut para penjaga naratif sebagai "Kalimat Terakhir Dunia."
2.6K viewsCompletedAdded to Library 78 Times as the last gun
Read
+Library
Pesan Terakhir Loren Jose

Pesan Terakhir Loren Jose

Bagaimana aku diikat oleh Tante Desy, bagaimana aku berjuang, bagaimana tali pancing itu menyatu dengan kulitku, aku kehilangan berapa banyak darah dan berapa kali lukaku robek. Semuanya ada di sana. Ada juga rekaman telepon terakhirku sebelum meninggal. Mereka bahkan menemukan rekaman panggilan itu. "Saat dia meneleponmu, dia sudah sekarat." Ibu perlahan mengulurkan tangan dan memutar rekaman itu. "Ibu, Loren hampir mati ... bisakah ibu datang untuk melihatku ... ?" "Nggak ... nggak perlu datang juga nggak apa-apa, tapi bisakah ibu bilang kalau ibu mencintaiku?"
8.1K viewsCompletedAdded to Library 234 Times as the last gun
Read
+Library
PREV
1
...
345678
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status