Dia, Adnan.
"Fathia bingung, Mah. Mau dibilang baik, rasanya gak baik-baik aja, tapi dibilang buruk juga gak terlalu buruk. Sejujurnya ini bukan sebuah pernikahan yang Fathia impikan, tapi Fathia hanya mencoba berusaha untuk membentuknya seperti impian Fathia, walaupun kedengarannya mustahil. Apalagi Adnan masih asing buat aku, dia bukan pria yang aku cintai."
"Nak, gak selamanya keinginanmu akan terwujud. Kamu boleh membentuk pernikahanmu menjadi pernikahan yang pernah diimpikan, tetapi jangan pernah merasa kamu mustahil untuk bisa melakukan itu. Adnan memang asing, karena orang baru dalam kehidupan kamu. Mungkin lama-kelamaan ketika kalian saling mengenal lebih lama lagi, semuanya tidak akan asing. Tu
Capítulos em Alta