Mr. Airlangga
Suwati van Rooij
Daaaarrr !
Lagi-lagi suara petir, biarpun aku nggak terlonjak seperti tadi tapi cukup bikin hati lumayan ngenes. Dengan kecepatan siput seperti ini jam berapa aku akan sampai Jakarta. Aku mendesah sedih, desahan yang sia-sia karena cuman aku sendiri yang tahu.
Bruukkk !
Aku kaget lima kepalang. Aku menabrak sesuatu?
Buru-buru aku melankah ke depan mobil, ingin melihat apa yang tadi sepertinya aku tabrak.
Noooooo…..orang? Ada orang…eh laki-laki jatuh tertunduk di depan mobilku.
“Tempat apa ini?” akhirnya dia berbicara. Pheeeww…aku menarik nafas lega, minimal dia bisa berbicara, coba kalau dia ternyata tidak bisa berbicara dan aku tidak tahu menahu bahasa isyarat bagaimana kita akan berkomun
Hot Chapters