TERPAKSA MEMBIAYAI PESTA PERNIKAHAN ADIKKU
“Ayo, kita belanja dulu. Motormu tinggal di sini aja nggak apa-apa.”
“P-pak, eh, Mas, masa ditinggal?” gagapku deg-degan sebab pria dengan tinggi kisaran 183 sampai 185 sentimeter itu masih merangkul tubuh mungilku yang hanya 160 sentimeter tersebut. Hmm, sebenarnya sih, badanku tidak mungil-mungil amat. Malah terkesan seperti drum solar yang lebar dan bulat.
“Iya, tinggal aja. Lagian, siapa yang mau nyolong motor Beat keluaran zaman Majapahit itu? Dikasih ke maling juga, malingnya pasti nangis-nangis nolak. Hahaha!”