DI BALIK PERUBAHAN ISTRIKU
"
Seketika aku diam membeku. Tentu saja aku tahu akibat dari lelahnya seorang istri, semuanya hanya akan berakhir dengan perpisahan.
"Tidak, Sayang. Mas mohon jangan lelah, berikan Mas kesempatan lagi untuk mengulang semuanya," pintaku memohon.
"Aku benar-benar sudah lelah. Sangat lelah. Bahkan disaat semua orang tidak percaya padaku, kupikir kau akan percaya, Mas. Tapi ternyata aku salah," lirihnya lagi.
Kini bukan hanya lututku yang melemas, tapi tubuhku bahkan terguncang.