Tolong, Aku Seorang Ibu Menyusui
“Kamu jangan tegang, cukup rileks aja.”
Rileks? Mana mungkin aku bisa rileks?
Yang dia remas itu dadaku sendiri.
Aku diam, hanya bisa memalingkan kepala sejauh mungkin.
Tapi gerakannya justru makin dalam.
Tiba-tiba dia mengklik lidah, lalu berkata, “Kak, yang bagian ini nggak bisa, kayaknya harus disedot pakai mulut, baru bisa lancar.”
Aku tersentak, langsung duduk tegak. “Apa kamu bilang?”