Sentuh Aku, Pak!
Tangan Dinne merambat ke pundak Keina yang semakin menyusut, memberi usapan sebagai bentuk dari penguatan.
"Berat, Ma..,," keluh Keina, bersamaan dengan uraian kalimat itu, air matanya meluruh. Kedua tangan Keina terangkat, dia menutupi wajahnya yang basah karena air mata. Ya, sekuat apapun dia menahannya, ternyata sentuhan hangat tangan sang mama dengan mudahnya meruntuhkan.