Dendam Dan Pengkhianatan
“Ku-ku mohonnn, jangaaaan.....”
“Kalau kalian mengambil rumahku, akan diimana aku tinggaaaaaal, hik,hik....”
Saat itu, Lastri tak dapat melakukan apapun, adiknya Gendis satu-satunya itu ketakutan. Dia yang memohon dengan begitu ibanya pada sang juraganKastro dan kedua centengnya yang tertawa, setelah melihat kesedihan yang begitu mendalam. Mereka tak perduli, orang-orang ini memang tidak memiliki hati nurani.