Titipan Cinta Bentara
“Justru menurutku, perasaannya ke kamu itu adalah hal besar, Ra. Karena kamu dia bisa jatuh cinta lagi dan nggak ragu buat memulai hubungan baru setelah traumanya.”
“Entahlah, Ar.” Lara kembali mengendikkan dahi, pikirannya melayang ke masa lima tahun silam ketika mendengar Aria membahas trauma. Lara tak menyangka, traumanya yang begitu dalam itu disembuhkan oleh seorang pria yang dia sendiri tidak pernah melihat wujud aslinya.
“Ada lagi tidak yang mau kamu tanyakan, Ra?” Ucap Aria, membuyarkan lamunannya. “Malah bengong.” Lanjut Aria.
Bab Populer