Manipulasi Hati CEO
"Dan itu semua bakal hilang kalau kamu hancur. Jadi, secara logis, aku harus memastikan kamu tetap tegak. Paham?"
Raka terkekeh pelan. Dia bangkit, menarik kerah blazerku hingga wajah kami sangat dekat. Aku bisa merasakan napasnya yang beraroma kopi. "Kamu memang manipulatif, Nadia. Bahkan perhatianmu pun punya motif ekonomi."
"Memangnya kamu mau aku bilang 'aku peduli karena aku cinta'? Cringe banget, Raka. Aku bukan pemain sinetron," sahutku ketus, meski jantungku sudah mulai berdegup tidak beraturan.
Bab Populer