For Husband
aroma percintaan antara kami masih begitu kuat.
“Sudah ya Mas,” pintaku pelan.
“Sayang ini masih satu ronde, ini bukan didapur. Atau sofa dekat kolam, kita bisa bermain lebih lama,” katanya menolak permintaanku.
Dia kembali melanjutkan aksinya menghujam intiku keras. Baru sesaat lalu kami klimaks bersama. Dan secepat ini kejantanannya sudah mengeras. Aku menggeliat, menerima hujamannya. Hingga aku tak tahu, ini sudah pelepasanku yang keberapa.
Hot Chapters