Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Terjebak Menjadi Istri Sang Bos

Terjebak Menjadi Istri Sang Bos

"Tunggu aku di titik nol." Darah Aruna terasa berdesir hebat. Huruf-huruf itu tidak rapi seperti ketikan komputer atau kode digital yang biasa dikirimkan Bram melalui enkripsi. Bentuk hurufnya miring ke kanan dengan lengkungan tajam pada huruf 'T' dan 'L'. Aruna mengenali tulisan tangan itu dengan sangat baik. Itu adalah gaya tulisan tangan khas Leonardi Wiratama yang dulu sering ia lihat di dokumen-dokumen internal perusahaan.
105.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 146 kali sebagai tulisan bold
Baca
+Pustaka
Jeruji Tanah Anarki

Jeruji Tanah Anarki

jawab Bold. “Kau yakin, Bold?” Bailey bertanya. Perkataan Bold tidak menjelaskan batas waktu yang artinya bisa saja bermakna seumur hidup. Bailey tidak yakin akan hal itu. Sumpah Bold. Bold hanya merespon dengan anggukan. Ia sudah meyakinkan diri sejak pertama kali sumpah itu terucap olehnya beberapa tahun lalu. Mengetahui bahwa orang di hadapannya ini adalah yang dimaksud oleh sumpahnya, Bold makin yakin.
109.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 278 kali sebagai tulisan bold
Baca
+Pustaka
Kupinjam Wajah Istrimu (Dendam Istri dikhianati)

Kupinjam Wajah Istrimu (Dendam Istri dikhianati)

"Akun siapa ini? Tampilannya sedikit berbeda." Beberapa menit dia berpikir, Nilam pun memutuskan untuk membuka pesan itu. Ditariknya kursi lebih dekat ke meja, lalu memfokuskan kedua retinanya ke arah layar laptop. [ TUNGGU AJAL MENJEMPUTMU! ] Semua tulisan yang diketik menggunakan huruf kapital dengan font text model tetesan berwarna merah darah satu layar penuh.
1012.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 409 kali sebagai tulisan bold
Baca
+Pustaka
Bunga Biru

Bunga Biru

Untuk beberapa detik, tidak ada yang bergerak. Nama itu ditulis dengan tinta hitam, rapi, dan jelas. Bukan tulisan ibunya. Tulisan itu berbeda, lebih tegas, lebih tajam, seperti ditulis oleh seseorang yang terbiasa menulis dokumen, bukan surat pribadi. Evelune melangkah mendekat perlahan.
10620 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 13 kali sebagai tulisan bold
Baca
+Pustaka
Ibu Terluka, Ibu Juga yang Menjaga

Ibu Terluka, Ibu Juga yang Menjaga

Dan itu kemungkinan dengan kekasihnya yang terdahulu. Di ujung rasa penasaran, aku mengeryit memperhatikan gaya tulisan tangan ini. Tulisan tangan sedikit miring ke kanan, tetapi setiap kata yang ditekankan selalu menggunakan huruf kapital. Gaya menulis yang sangat aku kenal. ***
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 111 kali sebagai tulisan bold
Baca
+Pustaka
Cold boy & Introvert girl

Cold boy & Introvert girl

tanya Nayla dengan nada kesalnya. "Aku tidak meyebutmu bodoh. Aku hanya mengatakan kalau kamu tidak pintar." "Sama saja, kata tidak pintar sama dengan bodoh dan kamu mengatakan aku bodoh." "Beda dong. Dari segi penulisan saja sudah sangat jauh berbeda. Bodoh itu terdiri dari kata B O D O H, sedangkan tidak pintar terdiri dari kata T I D A K P I N T A R. Beda kan?"
1010.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 337 kali sebagai tulisan bold
Baca
+Pustaka
Love between Cubicles!

Love between Cubicles!

katanya tanpa ampun sambil menyerahkan kertas berisi tulisanku yang sudah dia coret sana-sini. Aku kembali ke mejaku dan menjatuhkan pantat ke kursi. Dengan satu tangan menyangga dagu, kubaca lagi tulisan yang sempat kupikir sudah sempurna ini. Namun, sedetik kemudian aku meledak tertawa dalam hati. Hah, tulisan ini sih lebih seperti novel daripada artikel berisi opini yang ditujukan untuk mengkritik. Mungkin karena terbiasa membaca novel roman, bahasaku jadi terbawa menye-menye begini. Pantas saja Bob alergi dan langsung menyuruhku revisi. Sementara aku merombak tulisanku, kedua bosku itu melanjutkan meeting kecil mereka. Kali ini mereka membahas persiapan meeting besar yang dihadiri semua
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai tulisan bold
Baca
+Pustaka
Akademi Natyadharma: Sekolah Para Protagonis

Akademi Natyadharma: Sekolah Para Protagonis

Tidak banyak yang tertulis di sana, tetapi setiap huruf ditulis dengan tekanan yang besar hingga tinta pulpennya tembus ke sisi lain kertas. Ridhika menelusuri setiap kata dengan jemarinya yang masih berdarah. Dia merasa bisa membayangkan bagaimana ekspresi Ibu Berlian ketika menulisnya. Pastilah tegas dan penuh keyakinan. Semua terlihat dari setiap kalimat wanita itu yang seolah ingin meyakinkannya bahwa terpilihnya dia sebagai siswi Kelas Protagonis tidak dilatarbelakangi oleh alasan yang bisa disepelekan.
457 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 10 kali sebagai tulisan bold
Baca
+Pustaka
MALAM PANAS DENGAN MAJIKANKU

MALAM PANAS DENGAN MAJIKANKU

Ia membaca satu persatu dari atas, hingga pada tulisan capslock yang dicetak tebal di bagian bawah …. Yang isinya berbunyi …..
1063.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai tulisan bold
Baca
+Pustaka
Dewa Abadi Bangkit Dari Lubang Sampah

Dewa Abadi Bangkit Dari Lubang Sampah

Sudut-sudutnya hangus. Sebagian besar tulisan tidak dapat dibaca. Namun tepat di bagian bawah... Masih tersisa satu baris yang utuh. Tulisan itu dibuat dengan tinta merah tua. Seolah sengaja diberi penekanan. Long Tian membacanya perlahan. "...seluruh keputusan akhir akan ditentukan melalui..." Tulisan berikutnya sedikit pudar. Namun masih bisa dikenali.
108.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 224 kali sebagai tulisan bold
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status